2

Belajar Transformator : Pengertian, Fungsi dan Prinsip Kerja

Transformator atau Trafo adalah salah satu peralatan listrik yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tegangan. Trafo bekerja berdasarkan prinsip medan elektromagnetik hampir sama dengan prinsip kerja motor induksi dan generator.

Setelah sebelumnya membahas prinsip kerja motor induksi dan prinsip kerja generator, dalam tulisan kali ini belajarlistrik.com akan membahas prinsip kerja transformator.

coil atau winding pada transformator (trafo)

coil atau winding pada transformator (trafo)

Transformator atau trafo memiliki banyak kegunaan diantaranya:

  • Untuk distribusi dan transmisi listrik
  • Untuk rangkaian kontrol
  • Untuk rangkaian pengatur frekuensi pada rangkaian elektronika

Prinsip Kerja Transformator

Hukum Faraday mengatakan bahwa:

GGL induksi yang timbul antara ujung-ujung loop suatu penghantar berbanding lurus denngan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh loop penghantar tersebut

Transformator atau trafo terdiri dari:

  • Lilitan (Coil) primer
  • Lilitan (Coil) sekunder
  • Inti besi (core)

Secara umum, prinsip kerja transformator sama dengan prinsip kerja motor dan generator. Prinsip kerja trafo memanfaatkan medan elektromagnetik. Pada motor induksi, kita mengubah tenaga listrik menjadi magnet lalu menjadi gerak. Pada Generator kita mengubah tenaga gerak menjadi magnet lalu menjadi tenaga listrik.

Maka pada trafo / transfomator adalah gabungan keduanya. Pada sisi lilitan primer, tenaga listrik kita ubah menjadi medan magnet. Medan magnet yang berubah-ubah pada sisi primer, menyebabkan induksi magnet pada sisi sekunder, lalu listrik dibangkitkan pada sisi sekunder.

Konstruksi transformator (trafo) yang terdiri dari coil primer dan coil sekunder

Konstruksi transformator (trafo) yang terdiri dari coil primer dan coil sekunder

Besaran tegangan listrik yang dihasilkan serta besaran arus yang dapat dilalui pada trafo dapat dihitung berdasarkan persamaan dibawah ini:

(Vp / Vs) = (Is / Ip) = (Np / Ns)

Keterangan:

Vp = Tegangan Primer (Volt)

Vs = Tegangan Sekunder (Volt)

Ip = Arus Primer (Ampere)

Is = Arus Sekunder (Ampere)

Np = Jumlah lilitan primer

Ns = Jumlah lilitan sekunder

Fungsi dan Kegunaan Transformator

Dalam perkembangan dunia kelistrikan, Transformator atau trafo banyak sekali digunakan dalam berbagai bidang seperti yang sudah belajarlistrik.com jelaskan diatas:

  • Distribusi dan Transmisi Listrik

Seperti kita ketahui bahwa jarak antara pembangkit listrik dengan beban listrik yang digunakan oleh pelanggan relatif jauh. Sehingga akan terjadi drop tegangan.

Untuk itu kita perlu untuk menaikkan tegangan sebelum distribusi dan transmisi listrik jarak jauh agar drop tegangan tidak terlalu besar serta lebih murah karena kabel yang digunakan lebih kecil (semakin besar tegangan besar maka arus semakin kecil sesuai dengan Hukum kekekalan energi).

Transformator (trafo) daya yang sering digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan

Transformator (trafo) daya yang sering digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan

Seperti pada Perusahaan Listrik Negara (PLN), Tegangan yang dihasilkan oleh pembangkit sebesar 13,8 KV lalu dinaikkan menjadi 150 KV lalu diturunkan ke 380 V untuk didistribusikan ke pelanggan.

  • Rangkaian kontrol

Pada peralatan seperti komputer, charger dan berbagai macam peralatan  lainnya, transformator digunakan untuk menurunkan tegangan agar dapat digunakan pada tegangan kontrol (5 Volt, 12 Volt,dsb).

Begitu juga pada rangkaian kontrol motor pada pabrik, Trafo digunakan untuk mengenergize dan meng dienergize kontaktor yang digunakan untuk menghidupkan dan mematikan motor induksi.

  • Rangkaian pengatur frekuensi

Dalam dunia radio frekuensi, transformator juga digunakan untuk mengatur besaran frekuensi yang dihasilkan. Hanya saja bentuk dan dimensinya jauh lebih kecil dibandingkan trafo yang digunakan pada rangkaian kontrol apalagi transformator / trafo transmisi listrik.

Demikianlah penjelasan belajarlistrik.com mengenai belajar transformator: Pengertian, Fungsi dan Prinsip Kerja.

Semoga bermanfaat.

sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Transformator

https://electrical-engineering-portal.com

admin

2 Comments

  1. Selamat malam master! Perkenalkan nama saya ahmad sadili, saya karyawan swasta begerak dibidang electric saya masih pemula master!
    Saya ada pertanyaan!
    Saya punya 2buah trafo berkafasitas 15kva sama 10 kva,tapi kebutuhan di lapangan membutuhkan kurang lebih 25kva! Yg jd pertanyaan adalah!1. Apakah si trafo tsb bisa di jamper atau digabung seri untuk menghasilkan 25kva?bisa apa tidak?
    2.terus kalau model trafo tersebut berbeda, apa bisa dijamper atau diseri apa tidak?
    Terima kasih sebelumnya,
    Wassalam,,,!!!!

    • Jika beban (25KVA) tersebut terpisah – pisah, kita bisa menggunakan 2 trafo (15 KVA dan 10 Kva). sisi primer kedua trafo tersebut kita hubungkan dengan sumber tegangan yang ada, sisi sekunder trafo dapat kita distribusikan ke masing-masing beban.
      Namun jika beban 25kva itu beruba satu beban misal motor 20 KW (sekitar 25 KVA), trafo 15 Kva dan 10 kva itu tidak dapat digunakan.
      Semoga menjawab pertanyaannya mas ahmad sadili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *