Sinkronisasi Paralel Generator

Sinkronisasi Paralel Generator bertujuan agar generator (power plant) sebagai pembangkit listrik dapat masuk kedalam sistem (grid) jaringan distribusi listrik yang ada. Dalam kasus Indonesia misalnya, didalam area pembangkitan PLN, pembangkit terhubung secara interkoneksi atau disetiap kawasan industri seperti Pertamina, Pupuk Sriwidjaya atau pabrik lainnya memiliki beberapa pembangkit listrik sendiri yang terhubung secara paralel.

blok diagram sinkronisasi paralel generator

blok diagram sinkronisasi paralel generator

Sinkronisasi Paralel Generator Sumber: http://electrical-engineering-portal.com

Tujuan dari Sinkronisasi Paralel Generator adalah agar dapat menambah kebutuhan daya (power) sehingga dapat men-supply / mengimbangi kebutuhan beban yang lebih besar. Selain itu juga bertujuan agar jika suatu pembangkit terjadi masalah, beban-beban yang seharusnya ditanggung oleh pembangkit tersebut dapat di supply oleh pembangkit lainnya.

Syarat Utama Sinkronisasi Paralel Generator

Untuk melakukan Sinkronisasi Paralel Generator setidaknya harus 4 syarat dapat kita penuhi untuk masing-masing generator yang akan masuk kedalam sistem.

  1. Phase Sequence (Phasa R, S, T harus sama)

  2. Voltage Magnitude (Tegangan masing-masing pembangkit harus sama)

  3. Frequency (Frekuensi masing-masing pembangkit harus sama)

  4. Phase Angle (Perbedaan sudut phasa R,S,T masing-masing pembangkit harus sama)

Phase Sequence – Sinkronisasi Paralel Generator

Phase sequnce antar masing-masing pembangkit harus sama, karena kalau tidak akan terjadi short circuit antara generator dan system, admin pernah mempunyai pengalaman ketika melakukan Sinkronisasi Paralel Generator, terjadi kesalahan koneksi sehingga R,S,T generator terbalik dan ketika melakukan sinkronisasi terjadilah short circuit yang menyebabkan blackout pada sistem.

Voltage Magnitude – Sinkronisasi Paralel Generator

Tegangan antara masing-masing pembangkit (power plant) harus sama, pada sistem distribusi PLN di Indonesia, sinkronisasi terjadi pada tegangan 150 Kvolt, pada masing-masing industri yang mempunyai pembangkit sendiri yang tidak terhubung pada PLN, ada yang melakukan sinkronisasi pada tegangan 13,8 Kvolt.

Di level tegangan berarpun, untuk melakukan sinkronisasi / paralel generator, tegangan masing-masing generator harus sama. Karena jika generator terhadap generator atau generator terhadap sistem tegangannya tidak sama, maka akan terjadi ketidakseimbangan daya reaktif (MVAR).

Jika tegangan generator lebih besar daripada tegangan sistem maka generator akan kelebihan eksitasi (overexcited) yang akan menghasilkan MVAR yang besar.

Jika tegangan generator lebih kecil daripada tegangan sistem maka sistem (grid) akan dibebani MVAR yang tinggi, generator akan menarik MVAR pada sistem, generator akan kekurangan eksitasi (underexcited)

Frequency – Sinkronisasi Paralel Generator

Jika kita berbicara mengenai frekuensi yang dikeluarkan generator, maka akan selalu berkaitan dengan kecepatan putar generator. Frekuensi masing-masing generator harus sama dengan frekuensi pada sistem yang telah terinterkoneksi, artinya kecepatan masing-masing generator harus sama. Jika kecepatan generator berbeda dan generator dipaksakan masuk ke sistem maka dapat menyebabkan kerusakan pada prime mover atau rotor pada generator.

Pengaturan besaran frekuensi generator terhadap grid atau sistem

Pengaturan besaran frekuensi generator terhadap grid atau sistem

Frekuensi harus sama -sumber: http://electrical-engineering-portal.com

 

Phase Angle – Sinkronisasi Paralel Generator

Phase Angle atau Sudut Phase tegangan R, S, T yang diproduksi oleh generator harus sama dengan sistem, artinya perbedaan sudut phasa harus = 0. Jika perbedaan sudut phase antar generator dengan sistem tidak sama dengan nol maka kemungkinan seperti pada point 1, dimana trjadi short circuit antar generator dengan sistem.

Pengaturan sudut antar phasa antara generator terhadap grid atau sistem

Pengaturan sudut antar phasa antara generator terhadap grid atau sistem

Phase Angle harus sama – sumber:electrical-engineering-portal.com

Demikian dulu tulisan belajarlistrik.com mengenai Sinkronisasi Paralel Generator, semoga bermanfaat.

Published on Mar 16, 2017 | Under Belajar listrik | By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutorial Listrik | Belajar Mikrokontroler Arduino | Aplikasi PLC SCADA | Belajarlistrik