0

Program PLC untuk kontrol starting Motor 3 Phasa

Pada artikel sebelumya telah dijelaskan tentang prinsip kerja PLC, pada artikel kali ini akan dibahas program PLC untuk kontrol starting motor 3 Phasa. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, banyak sekali alasan kenapa kita harus mulai beralih dari sistem kontrol konvensional ke sistem kontrol otomatis menggunakan controller (salah satunya PLC).

Berikut keunggulan-keunggulannya:

  • Dapat menggantikan fungsi hardwires/pengkabelan relay yang rumit.
  • Dapat melakukan fungsi-fungsi perhitungan, perbandingan dan beragam proses analog.
  • Dapat dengan mudah mengganti logic sistem tanpa harus mengubah hardwires/pengkabelan.
  • Reliability sistem kontrol yang jauh lebih baik.
  • Untuk sistem kontrol yang rumit/kompleks, kontrol menggunakan program PLC jauh lebih murah.
  • Proses pemeliharaan dan perbaikan lebih mudah.
  • Dapat terhubung dengan komputer dan terhubung dengan HMI (Human-Machine Interface)

Belajarlistrik.com dalam kesempatan kali ini akan membahas salah satu aplikasi PLC yang sering digunakan dalam industri yaitu kontrol motor. Dalam sistem kontrol konvensional kita menggunakan kontaktor, push button, overload beserta kontak bantu (auxiliary contact) dari komponen-komponen tersebut. Sistem ini sederhana, motor akan hidup jika push button start ditekan dan akan mati jika push button stop ditekan atau jika overload bekerja.

Dengan sistem kontrol konvensional, kita memanfaatkan kontak bantu dari kontaktor dan overload, tentunya hal ini akan membuat pengkabelan lebih banyak dan membuat proses pemeliharaan dan perbaikan menjadi lebih rumit.

Sistem kontrol dengan PLC akan membuat pengkabelan sistem kontrol motor menjadi lebih sederhana. Karena proses holding, interlock dan sebagainya dikontrol melalui program, engineer atau teknisi pun bebas untuk memilih kontak yang digunakan, normally open (NO) atau normally close (NC). Semua proses kontrol dilakukan oleh program PLC.

Rangkaian Konvensional untuk kontrol starting Motor 3 Phasa

rangkaian untuk aplikasi start dan stop motor induksi

rangkaian untuk aplikasi start dan stop motor induksi

Pada gambar (a) dibawah ini akan memperlihatkan wiring/pengkabelan kontrol motor konvensional:

Pada sistem kontrol konvensional, untuk membuat sistem start/stop motor plus overload, kita harus merangkai gambar seperti gambar diatas, harus menserikan push button stop dan push button start, lalu memparalelkan push button start dengan kontak bantu NO kontaktor, lalu diserikan lagi dengan coil kontaktor dan kontak bantu NC overload. Proses hardwires / pengkabelan seperti ini tentu menuntut ketelitian yang ekstra dan rumit untuk troubleshooting

Program PLC untuk kontrol starting Motor 3 Phasa

Bandingkan dengan gambar dibawah ini, wiring/pengkabelan dengan menggunakan kontrol PLC:

program PLC untuk kontrol motor induksi 3 phasa

program PLC untuk kontrol motor induksi 3 phasa

Dengan menggunakan PLC, kita buat rangkaian start/stop motor lebih sederhana, kita hubungkan push button start dengan digital input (DI), push button stop dengan DI, overload dengan DI, koil kontaktor dengan digital output (DO). Kita bebas menggunakan kontak NO ataupun kontak NC, tinggal kita sesuaikan dengan program PLC yang dibuat nanti. Lalu kita buat program PLC seperti bagian tengah gambar (b) diatas, kita buat logic nya sama dengan logic ketika kita membuat sistem kontrol dengan relay.

Tentunya pada proses industri, sering dilakukan improvement atau modifikasi. Misalkan perlu ditambah lampu indikasi run dan stop serta motor dibuat untuk dapat start secara otomatis (auto start) ataupun stop secara otomatis (auto stop). Misalkan motor akan otomatis berhenti jika level storage penuh dengan menggunakan perubahan kontak pada level switch. Untuk memodifikasi rangkaian, tidak diperlukan untuk mengubah hardwires/pengkabelan. Cukup dihubungkan level switch ke digital input, lalu kita ubah program PLC nya seperti gambar(c) dibawah ini. Maka sistem kontrol motor kita sudah bisa mematikan motor secara otomatis jika level switch mendeteksi level telah penuh.

Aplikasi PLC untuk kontrol starting motor tiga phasa

Aplikasi PLC untuk kontrol starting motor tiga phasa

Mudah, efisien dan ekonomis bukan. Tentunya penggunaan PLC menjadi tidak ekonomis jika digunakan untuk “satu” sistem kontrol untuk satu motor seperti contoh aplikasi yang dibuat belajarlistrik.com diatas. Pada proses industri, tentunya memiliki sistem kontrol yang kompleks yang saling berhubungan satu sama lain dan sangat ekonomis jika menggunakan controller digital seperti PLC.

Demikian artikel belajar listrik (dot) com tentang Program PLC untuk kontrol starting Motor 3 Phasa. Semoga bermanfaat

Sumber gambar:

Electrical engineering portal

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *