0

Prinsip Kerja Motor Induksi

Konstruksi stator pada motor induksi

Konstruksi stator pada motor induksi

Motor Induksi saat ini menjadi peralatan yang populer pada berbagai jenis industri. Motor induksi banyak digunakan sebagai penggerak utama untuk beragam macam peralatan seperti:

  1. Pompa
  2. Kompresor
  3. Agitator
  4. Konveyor
  5. Lift

Untuk itu belajarlistrik.com akan mencoba menjelaskan bagaimana konstruksi, prinsip dasar serta prinsip kerja motor induksi untuk mencoba sedikit membantu pemahaman kita bersama tentang motor induksi.

Bagaimana Motor Induksi dapat mengubah energi listrik menjadi Kinetik?

Prinsip kerja motor induksi adalah dengan cara membangkitkan medan magnet (ElectroMagnetic Force / EMF) pada Stator dengan mengaliri stator yang terdiri dari lilitan / kumparan (winding) dengan arus listrik.  Medan magnet (ElectroMagnetic Force / EMF) yang membuat rotor menjadi bergerak.

Konstruksi Motor Induksi

Motor Induksi terdiri dari 2 bagian utama:

  1. Stator
  2. Rotor

Pada bagian stator (bagian yang tidak bergerak sesuai namanya) terdiri lilitan atau kumparan (windings) yang mengelilingi semua bagian stator. Stator ini berfungsi untuk membangkitkan medan magnet (EMF) ketika dialiri oleh listrik. Sesuai dengan Hukum Faraday:

“Jika suatu kumparan dialiri oleh arus listrik, maka akan timbul medan magnet pada sekitar kumparan tersebut”

Pada stator motor induksi medan magnet akan dibangkitkan ketika dialiri oleh arus listrik. Arah medan magnet akan sangat bergantung pada arah sekuen (sequence) pada sumber listrik 3 phasa.

Stator dan rotor pada motor induksi

Stator dan rotor pada motor induksi

Pada bagian rotor (bagian yang bergerak) terdiri dari inti besi dan kumparan dengan rangkaian tertutup. Sehingga tidak perlu untuk dihubungkan pada rangkaian eksternal seperti pada stator atau pada rotor synchronus motor. Rotor pada motor induksi ini sering disebut dengan rotor jenis sangkar tupai.

Prinsip Kerja Motor Induksi

Dengan konstruksi seperti yang telah dijelaskan diatas. Motor Induksi akan bergerak seketika ketika pada bagian stator (windings) kita aliri dengan arus listrik 3 phasa yang akan membangkitkan medan magnet pada sekitaran kumparan dan menggerakkan rotor.

Untuk kecepatan yang dihasilkan pada motor induksi sangat bergantung pada jumlah kutub (pole) pada stator dan frekuensi pada tegangan listrik yang kita berikan, seperti tergambar pada persamaan dibawah ini:

N (Speed) = 120 f (frequency) / jumlah kutub (pole)

Keterangan:

N = kecepatan putaran motor induksi (rpm)

f = frekuensi pada tegangan (Hz), umumnya di Indonesia 50 Hz, di United States dan sebagian Eropa menggunakan frekuensi 60 Hz

Pole = Jumlah kutub pada stator, umumnya berjumlah 2, 4, 6 atau 8

Bagian - bagian pada motor induksi

Bagian – bagian pada motor induksi

Berdasarkan prinsip kerja Motor Induksi seperti yang telah dijelaskan diatas, Motor induksi memiliki keuntungan yaitu  tidak adanya arus listrik yang perlu kita aliri pada rotor seperti pada jenis synchronus motor. Berikut beberapa keuntungan penggunaan motor induksi:

  1. Metode Starting (start awal motor) yang sederhana.
  2. Tidak adanya slip ring dan komutator pada rotor membuat motor induksi menjadi exploison proofed (Aman dari ledakan).
  3. Kokoh  dan kuat secara konstruksi.
  4. Tidak mahal.
  5. Mudah dan murah secara pemeliharaan.

Demikianlah pembahasan belajarlistrik.com tentang prinsip kerja motor induksi, semoga bermanfaat untuk teman-teman sekalian.

Baca juga:

Variabele speed drive (VSD) pada motor induksi

Program PLC untuk kontrol starting motor 3 phasa

Sumber gambar:

Electrical engineering portal

“http://electrical (strip) engineering (strip) portal (dot) com/three (strip) phase (strip) induction (strip) motors (strip) operating (strip) principle”

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *