Pengertian Daya aktif, Daya reaktif dan Daya semu

Untuk memudahkan pengertian daya aktif, daya reaktif dan daya semu, akan dimulai dengan penjelasan faktor daya (power factor). Namun sebelumnya apa sebenarnya daya aktif, daya reaktif dan daya semu?

Daya aktif atau working power (kW) adalah daya yang dibutuhkan sebuah peralatan untuk bekerja secara sempurna atau energi listrik yang dibutuhkan untuk mengaktifkan energi kinetik (motor), energi cahaya (lampu).

Daya reaktif atau reactive power (kVar) adalah daya yang dibutuhkan oleh magnetic equipment (motor, relay, trafo) untuk membangkitkan fluks magnetik.

Daya semu atau apparent power (kVa) adalah jumlah dari daya aktif  (kW) dan relatif (kVar)

Pengertian Daya aktif, Daya reaktif dan Daya semu

Untuk memudahkan pengertiannya, kita akan menggunakan analogi dari minuman bersoda yang kita minum.  Ketika kita menuangkan minuman bersoda kedalam suatu gelas, maka yang akan memenuhi gelas tersebut adalah minuman (fluida) ditambah busa soda. Minuman yang tertuang dalam gelas ini bisa kita sebut daya aktif atau real power, karena itulah yang dapat kita minum, sedangkan busa soda yang ada kita sebut daya reaktif atau reaktif power, tidak dapat kita minum, tidak dapat menghilangkan haus. sedangkan penjumlahan keduanya (minuman dan busa) yang memenuhi gelas bisa kita sebut sebagai daya semu atau apparent power.

Analogi minuman bersoda untuk memudahkan pengertian daya aktif, daya reaktif dan daya semu

Analogi minuman bersoda untuk memudahkan pengertian daya aktif, daya reaktif dan daya semu

Sedangkan faktor daya adalah hasil bagi antara daya aktif terhadap daya semu.

PF = kW / kVa

PF = kW / (kW + kVar)

PF = minuman / (minuman + busa soda)

Sehingga:

  1. Semakin besar persentasi daya reaktif terhadap daya semu , semakin kecil faktor daya yang dihasilkan.
  2. Semakin kecil persentasi daya reaktif terhadap daya semu, maka semakin baik faktor daya yang dihasilkan.

Segitiga daya (daya aktif, daya reaktif dan daya semu)

Segitiga daya atau power triangle dapat menggambarkan bagaimana hubungan antara ketiga jenis daya yang ada yaitu bagaimana hubungan matematis antara daya aktif, daya reaktif dan daya semu terbentuk.

Segitiga daya atau power triangle hubungan antara daya aktif, daya reaktif dan daya semu

Segitiga daya atau power triangle hubungan antara daya aktif, daya reaktif dan daya semu

Dari gambar diatas dapat kita simpulkan bahwa sudut yang terbentuk (sudut Ø) sangat bergantung dari persentasi besarnya daya reaktif (kVar) yang ada. Semakin besar daya reaktif maka sudut Ø semakin besar, sehingga faktor daya (cos  Ø) akan semakin kecil.

Semakin kecil daya reaktif (kVar) maka semakin kecil sudut  Ø yang terbentuk, sehingga faktor daya (cos  Ø) mendekati 1.

Kalau teman-teman bertanya tentang kondisi ideal tentunya dalam kondisi ideal daya reaktif yang dihasilkan harus kecil mendekati 0 sehingga daya aktif hampir mendekati daya semu. Sama halnya ketika kita minum minuman bersoda, semakin sedikit soda yang dihasilkan oleh minuman semakin baik bukan.

Semoga bermanfaat:

Sumber gambar:

electrical engineering portal

belajarlistrik.com

Published on Mar 21, 2017 | Under Belajar listrik | By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutorial Listrik | Belajar Mikrokontroler Arduino | Aplikasi PLC SCADA | Belajarlistrik