0

Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Sebagaimana kita ketahui motor induksi atau motor listrik merupakan penggerak utama dalam berbagai proses industri sehingga mengetahui Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya merupakan hal yang perlu dikuasai.

Baca juga:

Prinsip Kerja Motor Induksi

Jenis Pembangkit Listrik

Performa Motor Induksi

Motor induksi dewasa ini dijadikan penggerak utama mesin – mesin industri seperti pompa (pump), kompresor (compressor), konveyor (conveyor), elevator, pengaduk (agitator) dan peralatan lainnya.

Dengan beragam fungsi penggerak seperti itu, performa motor induksi menjadi suatu yang penting (vital) dalam proses industri. Kerusakan motor induksi berakibat terganggunya proses produksi sehingga sebuah industri dapat behenti produksi dan tidak menghasilkan keuntungan.

Untuk itu sangat perlu bagi kita baik engineer yang sudah terjun di dunia industri maupun mahasiswa teknik sebagai calon engineer untuk mengetahui Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya.

Belajarlistrik.com  mencoba menganalisa tentunya dari sudut penulis (admin) sendiri dan dari berbagai sumber (salah satunya dari fluke engineers) untuk menjadi sebuah tulisan yang semoga bermanfaat tentang: Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya.

Jenis Kerusakan Motor Induksi

Sebagaimana kita ketahui, motor induksi secara konstruksi merupakan kombinasi dari peralatan elektrikal dan mekanikal. Sehingga peyebab dari kerusakan motor induksi yang paling utama adalah kegagalan mekanikal dan elektrikal dari motor induksi.

Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Jenis jenis kerusakan pada motor induksi 3 phasa. sumber gambar: http://electrical-engineering-portal.com/

Ketika motor induksi gagal beroperasi (fail) , satu hal yang dapat kita lakukan yaitu memperbaiki kerusakannya. Namun sebelum motor induksi gagal beroperasi, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah kerusakan motor induksi sehingga kalaupun terjadi kerusakan tidak terjadi kerusakan yang  berat (heavy damage).

  1. Kualitas dari sumber daya listrik (power quality)
  2. Masalah mekanikal (mechanical problem)
  3. Masalah instalasi pemasangan (Improper installation factors)
  4. Kegagalan proteksi motor

Belajarlistrik.com akan menjelaskan satu per satu permasalahan diatas dan diakhir artikel akan mengulas langkah – langkah apa saja yang dapat kita lakukan untuk mencegah kerusakan motor induksi.

  1. Kualitas dari sumber daya listrik (power quality)

Untuk permasalahan yang pertama ini yaitu masalah kualitas sumber daya listrik (power quality). Setidaknya ada tiga jenis permasalahan power quality dan akbiatnya terhadap motor induksi jika terjadi yaitu tegangan transien, tegangan tidak seimbang (unbalance voltage) dan harmonic distortion.

  • Tegangan transien

Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Tegangan transient yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kerusakan motor induksi. sumber gambar: http://electrical-engineering-portal.com/

Trancient voltage (tegangan transien) sering terjadi karena peralatan tambahan yang kita gunakan untuk mendukung kualitas daya listrik kita seperti capacitors bank. Trancient voltage ini dapat merusak “kehalusan” sistem kelistrikan 3 phasa kita sehingga mempengaruhi motor induksi yang berakibat kegagalan isolasi motor.

Akibat yang terjadi pada motor induksi akibat gangguan tegangan transien:

Merusak winding motor induksi sehingga motor mengalami short circuit.

  • Voltage imbalance

Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Unbalance pada masing – masing phasa dapat menyebabkan vibrasi pada motor induksi. sumber gambar: http://electrical-engineering-portal.com/

Tegangan yang tidak seimbang (voltage imbalance) dapat mengakibatkan panas yang berlebih pada winding motor sehingga beresiko merusak isolasi motor yang berakibat short circuit dan memperpendek umur bearing.

Akibat yang terjadi pada motor induksi akibat voltage imbalance:

Mengakibatkan arus yang mengalir pada tiap – tiap phasa  menjadi tidak seimbang, menyebabkan overheating pada winding.

  • Harmonic distortion

Harmonik (harmonic distortion) adalah gangguan yang terjadi pada sistem kelistrikan  yang terjadi akibat adanya distorsi arus dan tegangan.

Gangguan harmonik ini dapat mengakibatkan loses energi sehingga winding pada motor induksi akan mendapatkan panas yang berlebih dan beresiko merusak isolasi motor listrik tersebut.

Akibat yang terjadi pada motor induksi akibat gangguan tegangan transien:

Menurunkan efisien dari motor induksi dan meningkat temperatur kerja motor induksi.

  1. Masalah mekanikal (mechanical problem)

Ada beberapa masalah mekanikal yang sering menjadi faktor yang merusak atau kinerja motor induksi. Beberapa masalah mekanikal tersebut diantaranya: misalignment motor, Shaft imbalance dan bearing aus.

  • Misalignment motor

Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Missalignment menjadi faktor yang menyebabkan kerusakan karena dapat menimbulkan vibrasi yang memperpendek umur bearing. sumber gambar: http://electrical-engineering-portal.com/

Misalignment merupakan suatu kondisi dimana shaft motor induksi tidak sejajar (alignment) dengan drive shaft load yang digerakkan oleh motor induksi. Hal ini dapat mengakibatkan vibrasi ketika motor induksi berputar menggerakkan load tersebut.

Ada beberapa jenis Misalignment yang sering terjadi pada proses pemasangan motor dan load diantaranya angular Misalignment, paralel Misalignment dan compound Misalignment.

Akibat yang ditimbulkan Misalignment terhadap motor induksi:

Misalignment dapat mengakibatkan vibrasi yang tinggi baik pada motor induksi maupun pada load yang digerakkan oleh motor.  Vibrasi dapat memperpendek usia pemakaian bearing dan merusak inner part mekanikal pada motor induksi seperti housing bearing, shaft dan lain sebagainya.

  • Shaft Imbalance

Shaft imbalance merupakan sebuah kondisi dimana posisi rotor dan load (pompa, kompresor,dll) telah alignment atau sejajar namun ketika motor dan load berputar, putarannya tidak seimbang (imbalance/unbalance) dikarenakan coupling yang telah aus.

Shaft imbalance juga menyebabkan vibrasi baik pada motor induksi sebagai penggerak maupun load yang digerakkan. Hal ini jika terjadi, lama kelamaan akan merusak bagian – bagian motor induksi khususnya bagian yang tidak statis seperti bearing, housing bearing dan rotor.

  • Bearing yang telah aus

Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Bearing yang pelumasannya kurang baik juga dapat memperpendek usia pemakaiannya. sumber gambar: http://electrical-engineering-portal.com/

Sebagaimana kita ketahui bearing merupakan komponen mekanikal yang berfungsi untuk menjaga agar rotor yang berputar stabil dan tidak terjadi gesekan antar komponen statis (yang diam) dan komponen yang dinamis (bergerak).

Bearing sendiri memiliki lifetime pemakaian dan harus di rawat (maintenance) secara berkala. Jika kita merawat bearing sesuai dengan petunjuk misalnya ditambah pelumasan setelah beberapa running hour maka bearing dapat tahan sesuai dengan lifetimenya.

Jika bearing rusak atau telah aus dapat menyebabkan motor induksi menjadi panas karena gesekan yang ditimbulkan. Juga akan menimbulkan vibrasi dan kerusakan – kerusakan lainnya bahkan bisa mengakibatkan short circuit pada motor induksi.

  1. Masalah instalasi pemasangan (Improper installation factors)

Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Permasalahan pada baseplate motor dapat menyebabkan vibrasi yang tinggi. sumber gambar: http://electrical-engineering-portal.com/

Instalasi pemasangan motor induksi dilapangan merupakan hal yang kritikal dalam menentukan performa dari motor induksi.

Karena jika kita tidak melakukan pemasangan secara benar dapat mengakibatkan kerusakan bagian – bagian motor lebih cepat. Pada saat pemasangan masalah yang sering terjadi dan sering diabaikan adalah soft foot.

Soft food merupakan suatu kondisi dimana antara permukaan baseplate motor induksi dan kaki-kaki motor induksi tidak rata. Hal ini dapat mengakibatkan ketika kita mengencangkan bolt (baut) pada kaki – kaki motor menjadikan posisi motor tidak rata.

Hal tersebut dapat menimbulkan vibrasi yang tinggi pada motor ketika motor berputar. Kerusakan yang ditimbulkan karena soft foot adalah vibrasi yang berimbas pada kerusakan bearing dan housing bearing.

  1. Kegagalan proteksi motor

Jenis Kerusakan Motor Induksi dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Proteksi yang tidak sesuai sering kali menjadi penyebab short circuit pada motor induksi. sumber gambar: http://electrical-engineering-portal.com/

Motor induksi mempunyai spesifikasi yaitu power (kilo watt), speed (rpm), insulation class (ketahanan isolasi) dan spesifikasi lainnya.

Salah satu faktor yang sering terjadi yang mengakibatkan motor short circuit adalah  proteksi yang tidak bekerja.

Proteksi merupakan hal yang penting untuk melindungi motor induksi dari gangguan eksternal seperti beban yang berlebih (overload), mechanichal jam pada load yang digerakkan.

Jika kita salah mensetting atau memasang proteksi dapat berakibat motor mengalami short circuit karena ketika terjadi beban yang berlebih, winding motor menjadi panas dan isolasi motor rusak.

Hal tersebut dapat dihindari jika kita mem proteksi motor sesuai dengan kemampuan motor, sehingga motor akan terlindungi terhadap gangguan eksternal baik mekanikal maupun elektrikal.

Perawatan motor induksi

Seperti yang telah dijelaskan diatas, motor induksi memiliki peran yang vital untuk proses produksi dalam suatu industri. Kerusakan motor induksi dapat menyebabkan kerugian baik dari sisi biaya perbaikan motor tersebut serta biaya yang hilang akibat proses produksi yang terhenti.

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan guna mencegah (prevent) agar motor induksi selalu dapat beroperasi normal dan tidak mengalami unschedule shutdown, diantaranya:

  1. Monitoring keadaan operasional motor induksi seperti arus, temperatur dan bunyi. Sesuaikan dengan spesifikasi motor.
  2. Tambah pelumasan pada bearing (baik jenis grease ataupun oli) sesuai running hour motor induksi.
  3. Lakukan pengecekan isolasi dan pastikan isolasi motor induksi yang dalam keadaan standby selalu dalam kondisi baik.
  4. Tentukan range kapasitas kerja normal motor, jika terdapat kenaikan baik arus maupun temperature motor, lakukan analisa apa penyebab perubahan parameter pengukuran tersebut.

Demikianlah tulisan singkat mengenai jenis kerusakan motor induksi dan bagaimana cara mengatasinya, semoga bermanfaat.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *