0

Belajar PLC untuk Pemula

Untuk Belajar PLC, hal pertama yang harus dikuasai adalah dasar pemrograman PLC. PLC atau programmable Logic Controller merupakan controller yang sangat populer saat ini karena kemampuannya yang kompleks mulai dari beragam komunikasi yang dapat digunakan, kemampuan interface dengan beragam tranducer serta reliability yang baik untuk kegiatan industri.

Mengapa harus Belajar PLC

Dewasa ini, proses industri yang sangat kompleks membutuhkan rangkaian kontrol yang kompleks. Peralatan yang dahulu di operasikan secara manual mulai di operasikan dengan cara otomatis seperti buka tutup valve, pembacaan kondisi lapangan dan beragam proses operasi lainnya.

Belajar PLC (programmable Logic Controller) untuk pemula

Belajar PLC (programmable Logic Controller) untuk pemula

Proses-proses tersebut membutuhkan sebuah sistem yang dapat mengontrol proses tersebut. Dahulu kita menggunakan hard wire dan relay-relay (kontrol konvensional) untuk melakukan fungsi kontrol tersebut. Namun, tidak semua hal dapat dilakukan menggunakan kontrol konvensional dengan koordinasi relay dan  sistem kontrol dengan relay ini memiliki tingkat kerumitan hard wire yang tinggi dan sulit untuk perbaikan/troubleshooting ketika terjadi permasalahan.

Dengan belajar PLC, kerumitan dan keterbatasan sistem kontrol yang kita temukan ketika menggunakan kontrol relay dapat teratasi. dengan kemampuannya dan fleksibitas PLC, kita dapat membuat sistem kontrol yang rumit menjadi lebih mudah serta membuat sistem yang kita buat lebih terkontrol dan mulai dikendalikan (user friendly)

Bagaimana memulai Belajar PLC?

Untuk memulai belajar PLC dan beragam pengaplikasiannya, hal pertama yang harus kita pelajari adalah logika dasar konsep kerjanya. Pada dasarnya prinsip pemrograman PLC memiliki logika yang sama ketika ketika membuat kontrol dengan relay, hanya saja, kita tidak perlu melakukan wiring/pengkabelan yang rumit, cukup membuat diagram tangga (ladder diagram) menggunakan program.

Gambar dibawah ini akan menampilkan gambar-gambar dasar dalam ladder diagram

Simbol dasar kontak dalam belajar memprogram PLC menggunakan ladder diagram atau diagram tangga

Simbol dasar kontak dalam belajar memprogram PLC menggunakan ladder diagram atau diagram tangga

Selain gambar diatas, PLC juga memiliki fitur pemrograman seperti timer dan counter untuk aplikasi-aplikasi yang lebih kompleks. Berikut fungsi-fungsi yang sering digunakan:

– Input contact

Input kontak digunakan untuk digital input maupun memori yang logikanya 1 atau 0 digunakan untuk input-input yang digital seperti push button, kontak bantu sensor.

– Output contact

Output kontak digunakan untuk digital output maupun memori yang logikanya 1 atau 0 digunakan untuk memberikan logika 1 atau 0 kepada alat. Ada beberapa program PLC yang teleh menyediakan output latch dan unlacth untuk menggantikan fungsi holding sehingga lebih memudahkan dalam program.

– Timer

Timer digunakan untuk melakukan fungsi hitung pada sistem, bisa difungsikan sebagai timer on delay (output akan aktif ketika timer mulai menghitung sampai dengan setpoint) atau juga timer off delay (output akan aktif setelah setpoint pada timer tercapai).

-Counter

Counter atau pencacah digutakan untuk melakukan fungsi hitung, aplikasinya bisa digunakan untuk menghitung jumlah sesuatu yang masuk atau keluar dalam sistem ataupun penghitung lainnya.

Berikut contoh pengaplikasian kontrol menggunakan PLC dalam proses start/stop motor listrik.

Contoh rangkaian holding atau penahan dengan menggunakan relay

Gambar a: Contoh rangkaian holding atau penahan dengan menggunakan relay

rangkaian dan program holding dengan menggunakan input output PLC

Gambar b: rangkaian dan program holding dengan menggunakan input output PLC

Jika kita menggunakan sistem kontrol konvensional, kita harus mengaplikasikan gambar (a) dalam hardwire yang sedikit rumit. Sedangkan jika kita menggunakan PLC seperti pada gambar (b), hard wire kita sangat sederhana, hanya menghubungkan langsung tiap push button ke modul digital input PLC dan coil kontaktor ke modul digital output PLC.

Untuk Pemrograman PLC sendiri ada beberapa cara:

1. Ladder Diagram
2. Function Block
3. Statement List
4. Structure Text
5. Sequential Function Chart

Sekian dulu tulisan belajarlistrik.com tentang belajar Belajar PLC (programmable logic controller) untuk pemula, semoga bermanfaat.

Sumber Gambar:

“http://electrical-engineering-portal.com/plc-ladder-diagrams-for-electrical-engineers-beginners”

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *