Belajar Arduino : Rangkaian dan Pemrograman

Dalam artikel kali ini belajarlistrik.com akan membahas tentang langkah-langkah untuk belajar Arduino. Arduino merupakan board controller yang sangat populer saat ini, sering digunakan untuk berbagai keperluan seperti robotika, pengontrol bahkan sebagai pengganti PLC untuk industri skala kecil.

Menurut wikipedia Indonesia:

 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronika dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri.

Rangkaian Board Arduino

Rangkaian Board Arduino

Menurut belajarlistrik.com  Arduino adalah pengendali (controller) yang sudah terintegrasi dalam sebuah rangkaian PCB yang terdiri dari pengendali utama (mikorkontroler – baca juga:Belajar Mikrokontroler dengan software Proteus), pin I/O dan beeragam pin lainnya yang dapat diprogram sesuai kebutuhan.

Belajar Arduino – Instalasi Compiler (penerjemah)

Arduino merupakan open source, untuk belajar arduino compiler yang digunakan untuk membuat coding program dapat di download secara gratis, silahkan download disini

Setelah download, silahkan lakukan proses instalasi sesuai petunjuk. Setelah proses instalasi selesai, teman-teman sudah bisa untuk membuat program dan men download kan program yang telah dibuat kedalam chip Arduino.

Tampilan sketch pemrograman untuk belajar arduino

Tampilan sketch pemrograman untuk belajar arduino

Untuk membuat program, silahkan buka program Arduino yang telah di install sehingga muncul sketch, lalu kita tulis program sesuai yang kita inginkan lalu compile, untuk mengecek kesalahan pada program dan menghasilkan file yang berekstensi *hex.

contoh program menghidupkan dan mematikan LED:

#define LED_PIN 13                  // Pin arduino yang terhubung ke output berupa LED.

ivoid setup() {                      // Memulai konfigurasi pin input output arduino
    pinMode(LED_PIN, OUTPUT);       // Konfigurasi LED_PIN sebagai output.
}

void loop() {                        //Program utama perulangan dimulai.
    digitalWrite(LED_PIN, HIGH);    // Keluaran pin output berlogika high maka LED  hidup.
    delay(1000);                    // Delay selama 1 second (1000 mili detik).
    digitalWrite(LED_PIN, LOW);     // Keluaran pin output berlogika low maka LED mati.
    delay(1000);                    // Delay selama 1 second (1000 mili detik).
}

Untuk men download kan ke Arduino, masuk ke menu file, lalu upload (pastikan teman-teman sudah mensetting port serial dan jenis Arduino yang digunakan)

Belajar Arduino – Perancangan Rangkaian

Arduino pada dasarnya pengembangan dari board mikrokontroler berbasis mikrokontroler ATMEL. Board Arduino telah terangkai sistem minimum sehingga pengguna tinggal menghubungkan ke input dan output tambahan, semisal sensor, push button, led, LCD dan Motor. Board Arduino bekerja pada level tegangan TTL 5 Volt DC.

Penjelasan pin input output arduino

Penjelasan pin input output arduino

Input dan Output Arduino pun bekerja pada level tegangan TTL 5 Volt DC.

Semisal kita ingin menggunakan led sebagai output, maka kita bisa langsung menghubungkan Led ke Pin I/O Arduino, bisa dengan rangkaian common anoda ataupun common katoda sesuai dengan selera kita.

Demikianlah penjelasan singkat belajarlistrik.com tentang seri artikel pembuka mengenai Arduino, untuk penjelasan Arduino selanjutnya nanti kita akan membuat project-project sederhana yang akan memudahkan kita untuk belajar dan menguasai Arduino.

Semoga bermanfaat

#mariberbagi

Published on Mar 5, 2017 | Under Belajar Arduino | By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutorial Listrik | Belajar Mikrokontroler Arduino | Aplikasi PLC SCADA | Belajarlistrik